Cara Menggunakan Mikroskop dengan Smartphone


Mikroskop adalah salah satu alat laboratorium yang berfungsi untuk melihat benda-benda yang sangat kecil.

Mikroskop biasa digunakan oleh orang yang berkecimpung di bidang biologi.



Biasanya orang-orang tersebut menggunakan mikroskop untuk mempelajari mikroorganisme.

Selain itu, Mikroskop kadang digunakan dalam pertanian dan perikanan.

Misalnya, dalam budidaya alga, mikroskop digunakan untuk melihat alga apa saja yang tumbuh di kolam produksi.

Dalam kasus lain, boleh jadi mikroskop digunakan untuk melihat adanya hama atau parasit tertentu yang menyerang kolam ikan.

Pada umumnya, mikroskop memiliki perbesaran antara 40 hingga 1000 kali.

Jenis-jenis Mikroskop

Mikroskop banyak jenisnya.

Berdasarkan jumlah lensa okulernya, ada mikroskop monokuler dan mikroskop binokuler.

Berdasarkan prinsip kerjanya, ada mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

Contoh-contoh mikroskop cahaya adalah:
  • Mikroskop Fase Kontras (PCM)
  • Mikroskop Medan Terang (BFM)
  • Mikroskop Medan Gelap (DFM)
  • Mikroskop Pendar (FM)
  • Mirkoskop Ultraviolet (UM)
Contoh-contoh mikroskop electron adalah:
  • Mikroskop Electron Scanning (SEM)
  • Mikroskop Elektron Transmisi (TEM)
  • Mikroskop Stereo (SM)

Cara Menggunakan Mikroskop

Untuk menggunakan mikroskop cahaya, kita harus memiliki objek yang akan diamati terlebih dahulu.

Jika objeknya adalah sel tumbuhan misalnya, kita harus membuat preparat tumbuhan pada bagian tertentu terlebih dahulu.

Pembuatan preparat bisa dilakukan dengan melakukan sayatan, baik melintang maupun membujur.

Bisa juga menggunakan preparat yang siap pakai (atau yang sudah jadi).

Setelah kita memiliki preparat tersebut, sekarang letakkan preparat pada meja benda.

Selanjutnya, jepitlah preparat tersebut dengan penjepit yang ada pada meja benda.

Nyalakan sumber cahaya (jika menggunakan lampu, nyalakan lampunya) atau arahkan pantulan sinar dari luar ke arah preparat jika menggunakan cermin.

Pilihlah perbesaran yang diinginkan dengan memutar Revolver yang ada di bagian tengah.

Atur jarak antara lensa objektif dengan preparat sehingga preparat terlihat jelas.

Lalu Bagaimana dengan Smartphone-nya?

Begini, kita tahu bahwa smartphone bisa berperan sebagai kamera foto maupun kamera video.

Dengan kedua fitur ini, kita bisa merekam sebuah foto maupun video.

Dengan cara yang tepat, kita bisa mengombinasikan smartphone dengan mikroskop dengan cara menempelkan lensa smartphone ke lensa okuler.

Ilustrasinya seperti ini:


Dengan cara ini, kita bisa merekam citra yang ditampilkan mikroskop dalam smartphone untuk disimpan sebagai file foto maupun file video.

Selanjutnya, kita bisa meng-upload foto maupun video tersebut untuk dijual maupun untuk mendapatkan komisi iklan seperti di youtube.

Walaupun demikian, kita perlu mengatur posisi antara lensa smartphone dengan lensa okuler sedemikian rupa sehingga citra yang ditampilkan cukup jelas dan tidak kabur.

Setelah mendapatkan posisi yang cocok, rekamlah citra yang didapat dari mikroskop dengan smartphone itu.


EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.