Sistem Hidroponik Wick Terbaik dan Termudah


Sistem Hidroponik Wick Terbaik dan Termudah - Istilah hidroponik saat ini tidak lagi asing.

Siapapun yang pernah belanja ke supermarket dan masuk ke bagian sayuran kemungkinan besar pernah melihat sebuah produk sayuran yang dibungkus rapi dengan plastik yang mana pada plastik tersebut tertulis "Sayuran Hidroponik" disertai nama merk atau farm-nya.

Hidroponik, suatu sistem pertanian yang mengandalkan cairan sebagai nutrisi tanaman telah dikenal sejak zaman dahulu.

Suku Aztec telah menerapkan teknik hidroponik dengan menempatkan tanaman pertanian di atas kolam-kolam besar.

Selain itu, taman gantung di Babylonia juga diyakini menggunakan sistem hidroponik.

Apa itu Hidroponik?

Hidroponik sendiri memiliki asal kata Hidros dan Ponos.

Hidros berarti air dan Ponos berarti mengerjakan.

Ketika kedua kata tersebut disatukan artinya jadi "bercocok tanam dengan media air".

Walaupun demikian, pada praktiknya, hidroponik tidak selalu hanya menggunakan media air.

Ada kalanya air dialirkan melalui media-media padat seperti Rockwool, Sekam Bakar, Cocopeat, dan Pasir Kerikil.

Pada metode yang lebih lanjut, hidroponik bahkan menggunakan media udara seperti yang dilakukan pada sistem Aeroponik.

Manfaat Hidroponik

Dampak kepopularan Hidroponik terlihat pada kehidupan masyarakat perkotaan.

Dengan penggunaan media selain tanah dan susunannya bertingkat, teknik hidroponik menjadi andalan dalam Urban Farming di lahan sempit.

Dengan itu diharapkan hidroponik menjadi salah satu alternatif penghijauan di lingkungan perkotaan.

Selain itu, penggunaan rak bertingkat yang sejalan dengan vertikultur dapat meningkatkan jumlah produksi hasil pada lahan yang sempit.

Apalagi, dengan penggunaan sistem tertutup, pengaruh lingkungan bisa lebih dikontrol sehingga kegagalan panen pun diharapkan bisa dikontrol.

Media-Media Hidroponik

Untuk menggunakan teknik hidroponik, ada banyak media yang bisa digunakan.

Media-media terbut adalah:
  • Air
  • Udara (Aeroponik)
  • Rockwool
  • Sekam Bakar
  • Cocopeat
  • Pasir Kerikil

Air

Media ini adalah syarat utama dalam penerapan sistem Hidroponik.

Tanpa media ini, namanya bukan Hidroponik.

Karena, walaupun media-media lain seperti udara, Rockwool, dan Cocopeat digunakan tanpa air, namanya bukan Hidroponik.

Udara

Media ini dapat digunakan dalam teknik Aeroponik. Air disemprotkan dengan pompa untuk memberi nutrisi pada tanaman.

Rockwool

Rockwool adalah produk serat mineral ringan yang terbuat dari bahan dasar bebatuan. Umumnya kombinasi dari batuan basalt, batu kapur, dan batu bara. Bahan ini bisa digunakan untuk media Hidroponik.

Sekam Bakar

Sekam Bakar adalah sekam padi yang dibakar secara parsial. Bahan ini banyak dimanfaatkan oleh para petani sebagai media penggembur tanah, media tanam, media persemaian dan bahan pupuk kompos. Selain itu, bahan ini juga bisa digunakan sebagai media Hidroponik.

Cocopeat

Cocopeat adalah sabut kelapa yang dikeringkan kemudian diayak. Hasil halus dari ayakan inilah yang kemudian menjadi Cocopeat. Bahan ini mudah ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Bahan ini juga bisa digunakan sebagai media Hidroponik.

Teknik-Teknik Hidroponik

Setidaknya ada 8 teknik Hidroponik yang dilakukan hingga saat ini.

Teknik-teknik tersebut adalah:
  • Aeroponik
  • Nutrient Film Technique (NFT)
  • Drip System
  • Sistem Pasang Surut
  • Deep Flow Technique (DFT)
  • Wick System
  • Water Culture System
  • Fertilizer And Drip Irigation System

Walaupun demikian, yang akan kita bahas dalam artikel ini adalah Wick System.

Teknik Wick System

Kita telah mengetahui beberapa teknik hidroponik pada bagian sebelumnya.

Sekarang, kita akan berkenalan dengan Wick System.

Wick System memiliki kelebihan:
  • Murah karena tidak menggunakan listrik
  • Murah karena bisa menggunakan barang bekas sebagai bahan
  • Mudah karena bahannya mudah didapat
  • Mudah karena konstruksinya tidak rumit

Kekurangannya adalah:
  • Oksigen tidak terlarut dengan baik sehingga pertumbuhan tanaman terhambat
  • Tidak cocok untuk tanaman yang membutuhkan banyak air karena tergantung kecepatan kapilaritas dari sumbu
  • Karena airnya menggenang, maka nutrisi juga tidak tercampur dengan baik sehingga kurang optimal penyerapannya
  • Berpotensi menjadi sarang nyamuk, karena air di dalam boks menggenang.

Pada Wick System, kita menggunakan sumbu kompor sebagai sumbu untuk mengantarkan nutrisi ke akar tanaman.

Kenapa kita menggunakan sumbu kompor?

Hal itu dikarenakan sumbu kompor terbuat dari katun.

Sementara itu, katun adalah bahan terbaik untuk menyerap air.

Tanaman yang Bisa Ditanam dengan Wick System

Pada dasarnya, semua tanaman yang tidak memerlukan banyak air bisa ditanam.

Sebut saja Selada, Sawi, Pak Coy, Kangkung, Bayam, Seledri, Cabe dan tanaman kecil lainnya.

Pembuatan Wick System

Sebelum membuat sistem ini, kita memerlukan beberapa alat dan bahan.

Setelah semua disiapkan, kita akan lanjukan ke proses pembuatannya.

Alat dan Bahan:


  • Kawat Baja
  • Spidol
  • Penggaris
  • Pisau atau Cutter
  • Gunting
  • Styrofoam
  • Kontainer atau Box Plastik
  • Netpot
  • Sumbu kompor

Kawat Baja

Kawat ini digunakan sebagai alat untuk melubangi Styrofoam. Kawat ini dibentuk menjadi lingkaran kemudian dipanaskan. Kawat yang panas akan melubangi Styrofoam.

Spidol dan Penggaris

Alat ini digunakan untuk menandai Styrofoam yang akan dipotong jika terlalu besar.

Pisau atau Cutter

Alat ini digunakan untuk memotong Styrofoam yang terlalu besar. Styrofoam akan dipotong jika terlalu besar, tapi harus tetap lebih besar daripada luas Boks atau Kontainer Plastik.

Gunting

Alat ini digunakan untuk menggunting Sumbu Kompor.

Styrofoam

Bahan ini digunakan sebagai tempat menyangga pot di mana tanaman akan ditanam.

Proses Pembuatan

Proses Pembuatan akan dimulai dari pemotongan Styrofoam dan diakhiri dengan penempatan Netpot pada lubang yang telah dibuat.

Berikut ini prosesnya:
  1. Siapkan semua alat dan bahan
  2. Ukur panjang dan lebar dari Boks atau Kontainer Plastik.
  3. Lebihkan panjang dan lebar tadi kemudian tandai dengan spidol di Styrofoam
  4. Potong Styrofoam, pastikan panjang dan lebarnya lebih sedikit dibandingkan panjang dan lebar Boks atau Kontainer Plastik
  5. Beri tanda penempatan Netpot dengan menggunakan spidol, pastika jarak antara titik tengah Netpot lebih besar dari 2 kali jari-jari Netpot
  6. Agar lebih menarik gunakan jarak yang sama antara lubang Netpot yang satu dengan yang lain.
  7. Siapkan Kawat Baja dan ambil sebuah Netpot, kemudian ulirkan Kawat Baja pada pinggiran Netpot.
  8. Setelah berbentuk lingkaran, panaskan Kawat Baja pada api.
  9. Dalam keadaan masih panas, tekankan kawat baja pada Styrofoam sesuai dengan tanda yang telah diberikan
  10. Siapkan Sumbu Kompor dan Netpot, kemudian selipkan di antara celah di bawah Netpot
  11. Pastikan panjang Sumbu Kompor mencapai dasar dari Boks atau Kontainer Plastik, kemudian potong dengan gunting kelebihannya
  12. Selanjutnya, masukkan Netpot yang telah bersumbu ke dalam lubang di Styrofoam
  13. Letakkan Styrofoam di atas Boks atau Kontainer Plastik
  14. Sistem Wick telah siap untuk ditanami

Penyemaian

Sebelum tanaman siap dipelihara pada Wick System, kita harus menyemai benihnya terlebih dahulu, kecuali kita telah memiliki bibit yang siap ditanam.


Untuk menyemai benih, caranya tergantung dari jenis tanaman yang akan ditanam.

Saya akan memberi contoh untuk tanaman cabe rawit.

Jadi, mulai bagian ini sampai selesai SAYA MEMBAHAS TENTANG CABE RAWIT HIDROPONIK.


Berikut langkahnya:
  1. Siapkan Rockwool atau Kapas dan Benih Cabe Rawit
  2. Siapkan wadah plastik
  3. Potong Rockwool atau Kapas dengan ukuran 3x3 cm
  4. Letakkan Rockwool atau Kapas sehingga menutupi wadah
  5. Lubangi tiap jarak tertentu tapi jangan terlalu dalam.
  6. Ciprat-cipratkan dengan air
  7. Tebar benih Cabe Rawit di atas lubang Rockwool atau Kapas
  8. Tutupi dengan plastik hitam agar gelap
  9. Sampai benih mulai berkecambah pastikan bahwa media tetap basah
  10. Setelah mulai tumbuh kecambah, buka plastik hitamnya, kemudian letakan secara indoor tapi terkena sinar matahari
  11. Saat ini jangan terlalu bernafsu untuk memberikan air, cukup pastikan bagian atasnya kering tapi bagian bawahnya lembab
  12. Tunggu hingga benih mulai berdaun empat
  13. Benih siap ditempatkan ke Wick System

Pemindahan ke Wick System

Saat ini benih sudah menjadi bibit.

Bibit cabe rawit siap untuk dipindahkan ke Wick System.

Pada dasarnya ada 2 langkah untuk melakukannya:
  1. Menyiapkan larutan nutrisi yang cocok untuk cabe rawit
  2. Memindahkan Rockwool atau Kapas dengan bibit cabe rawitnya ke dalam Wick System
Untuk larutan nutrisinya, beli di sini.

Untuk penggunaan larutannya, silakan baca sendiri di bungkusnya.

Selanjutnya, pindahkan bibit tadi ke Wick System 

Pemeliharaan

Sekarang, saatnya merawat bibit yang telah kita pindahkan ke Wick System sampai menghasilkan cabe rawit siap makan.


Pada dasarnya, untuk memelihara cabe rawit secara Hidroponik, jangan lakukan ini:
  • Jangan biarkan larutan nutrisi di botol bagian bawah kosong, karena tanaman bisa mati.
  • Jangan menggunakan Boks atau Kontainer Plastik yang tembus pandang, karena akan menyebabkan pertumbuhan alga yang akan berebut nutrisi dengan tanaman Anda.
  • Jangan gunakan bahan kimia pembunuh alga, karena terlalu beresiko untuk tanaman Anda.

Dan lakukan ini:
  • Bersihkan Boks dan Kontainer dari alga atau lumut pengganggu
  • Isi ulang larutan nutrisi secara rutin
  • Letakkan pada ruangan yang terkena sinar matahari, tapi tidak terkena hujan
  • Jangan sampai ada hama yang masuk, untuk menangani tikus, gunakan perangkap tapi jangan dengan racun.

Pemanenan

Tanaman cabe rawit bisa dipanen setelah 2,5-3 bulan sesudah disemai.

Untuk selanjutnya, lakukan setelah 1 sampai 2 minggu atau jika buah cabe rawit sudah cukup banyak.












EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.