Pages

Cara Mudah Membuat SEO Tool untuk Melacak Ranking Anda


Ranking website kita bisa berubah-ubah di Google.

Ada kalanya ketika kita baru mendaftarkan website kita, ranking website kita berada di atas 50 atau bahkan di atas 100.

Setelah beberapa lama, ranking tersebut bisa naik ke posisi sepuluh besar.

Dan juga mungkin saja setelah berada di sepuluh besar, ranking kita menurun lagi.

Karena perubahan tersebut, dibutuhkan sebuah aplikasi yang bisa melacak rank kita di Google.

Berikut ini adalah beberapa aplikasi siap pakai yang bisa langsung digunakan:
  • Google Search Console
  • SE Ranking Keyword Rank Checker
  • Traffic Travis
  • SEO Profiler
  • Authority Labs
  • Dan lain-lain
Akan tetapi, kebanyakan aplikasi rank tracker yang siap pakai biasanya berbayar.

Oleh karena itu, kita membutuhkan sebuah tool untuk rank tracking dengan cara membuat sendiri.

Karena aplikasinya dibuat sendiri, maka kita tidak perlu membayar.

Memilih Bahasa Pemrograman untuk Membuat Aplikasi Rank Tracker

Sebelum kita membuatnya, kita harus menentukan bahasa pemrograman untuk membuat aplikasi rank tracker terlebih dahulu.

Saran saya, gunakan bahasa pemrograman yang mudah dikuasai dan banyak dipakai orang.

Karena, jika kita menggunakan bahasa pemrograman yang sulit, dikhawatirkan project akan berlangsung lama dan akhirnya kita bosan dan akhirnya aplikasi itu tidak selesai.

Menurut pendapat saya, ada 2 bahasa pemrograman yang cocok untuk keperluan ini, yakni:
  • Javascript dengan framework Electron
  • Python 3
Kedua bahasa pemrograman ini cukup mudah untuk dikuasai dan banyak dipakai orang.

Terlebih lagi, Electron merupakan framework yang mengizinkan kita untuk membuat aplikasi desktop dengan GUI dengan tampilan web.

Artinya, kita bisa menggunakan library Javascript yang mudah dicari, misalnya Chart.js yang digunakan untuk menampilkan grafik di dalam GUI.

Alternatifnya, Python 3.

Walaupun bahasa pemrograman ini tidak menyediakan GUI berbasis teknologi web, masih ada library GUI untuk Python 3 yang bisa menampilkan grafik seperti PyQT maupun WxPython.

Jika Menggunakan Javascript Electron

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan Electron, maka modul yang utama digunakan untuk membuat aplikasi ini adalah modul HTTP.

Dengan modul itu, kita bisa merequest HTTP ke arah Google.

Berikut ini contoh implementasinya:

var http1 = require('http');
 
var req = http1.request({
 host: 'www.google.com',
 port: '80',
 path: '/' 
}, function(response){
 var isiHTML = '';
 response.on('data', function(data) {
  //Akumulasikan data
  isiHTML += data;
 });
    
 response.on('end', function() {
  //Data telah diterima secara komplit
  console.log(isiHTML);
 });
});
 
req.end();

Nanti variabel isiHTML bisa di-parse cukup dengan manipulasi string.

Jika Menggunakan Python 3

Apabila Anda menggunakan Python 3 untuk aplikasi ini, maka modul yang diperlukan adalah urllib.request dan urllib.parse.

Dengan library tersebut, kita bisa merequest HTTP juga, kemudian menggunakan urllib.parse untuk mem-parse-nya.

Saya membahas topik ini secara lebih detail dalam buku saya: "Belajar Python 3 untuk Windows" yang bisa Anda dapatkan di sini.

Berikut ini contoh implementasinya:

keyword = urllib.parse.quote(keyword)
rank = 101
for i in range(10):
 headers = {}
 headers['User-Agent'] = "Mozilla/5.0 (Windows NT 10.0; Win64; x64) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/69.0.3497.92 Safari/537.36"
 url = 'https://www.google.com/search?q='+ keyword + '&start=' + str(10 * i)
 req = urllib.request.Request(url, headers = headers)
 html = urllib.request.urlopen(req).read()
 strHtml = str(html)

 lastIndexOfDomain = strHtml.rfind(domain)

 if lastIndexOfDomain is -1:
  continue

 numOfCite = strHtml.count("<cite class=")
 numOfRemainingCite = strHtml[lastIndexOfDomain:].count("<cite class=")

 rank = (10*i) + numOfCite - numOfRemainingCite
 break